Rabu, 11 November 2009

SERIGALA TERAKHIR : IMAJINASI HOLLYWOOD DI TANAH AIR

Setelah sukses dengan PUNK'D LOVE, UPI kemabali dengan film Drama Action terbarunya Serigala Terakhir, di film ini dikisahkan 5 orang sahabat Jarot, Ale, Lukman, Shadad, dan Jago yang merupakan sahabat sejak kecil berusaha meraih kekuasaan dunia lewat jalur hitam. Mereka merupakan preman yang selalu membuat onar di kampungnya, selain tidak memiliki pekerjaan mereka juga selalu berkelahi setiap hari. Namun persahabatan itu di uji dengan masuknya Jarot ke penjara akibat tidak sengaja membunuh untuk menolong Ale. Jarot merasa sahabatnya telah mengkhianatinya dan melupakannya, setelah keluar penjara Jarot akhirnya bergabung dengan Kelompok Naga Hitam yang merupakan sindikat penjual narkoba yang merupakan musuh bebuyutan dari kelompok Ale dan teman-teman karena selalu mengganngu daerah kekuasaan mereka. Tragedi pun terjadi aksi bunuh-bunuh terjadi terjadi diantara kelimanya hingga akhrinya tersisa serigala terakhir.

Secara garis besar film ini memiliki cerita yang cukup menarik berbeda dengan film-film Upi sebelumnya, hanya saja sebuah tanda besar bagi sang art director, ketika mencoba mengambil latar 80'an namun tidak sepenuhnya dibuat secara detail dengan masih adanya mobil-mobil era sekarang yang dimunculkan sehingga kurang tercipta secara sempurna nuansa 80'annya. Selain itu penulis juga sebenarnya tersinggung dengan tokoh lukman, si pemeran tokoh lukman memiliki tato salib dipunngungnya yang sebenarnya tidak cocok dengan nama lukman yang merupakan nama Muslim, atau memang sengaja?!?!?!...

Kita tahu bersama Upi memang seorang film maker luar biasa yang selalu menampilkan cerita-cerita berbeda di setiap filmnya setelah Reality Rock n Roll, Radit dan Jani, dan Punk'd Love yang merupakan cerita-cerita yang tidak biasa, yang pada umumnya film-film indonesia lebih trend dengan film-film horor yang hanya menjual adegan esek-esek murahan untuk menarik minat penonton.

sudah saatnya film-film Indonesia kaya dengan ide segar seperti halnya film-film Hollywood yang mampu menembus batas out of the box. Sebuah tantangan besar bagi para sineas-sineas Indonesia.

Selain itu juga dibutuhkan sebuah supporting dari media-media Indonesia untuk ikut mensukseskan film-film indonesia lewat liputan-liputan apik dan menarik. Namun bukan hanya dunia film yang perlu disorot namun semua industri kreatif. Karena Industri ini sudah saat mampu menjado sebuah industri yang mampu menyerap banyak lapangan pekerjaan, karena di Inggris industri kreatif emnajadi sebuah industri besar yang sejajar dengan Indusri Finansial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar