Senin, 07 Desember 2009

Shadow Angel, Chapter 1

Aku berlari-lari di cuaca cerah, berkejar-kejaran dengan amanda, kedua orang tua kami terlihat duduk di sebuah pohon lebat sembari menyiapkan makanan. Aku dan adik perempuanku bermain tanpa meneganl waktu. Kali ini dia menumpahkan potongan alang-alang diatas kepalaku. Spontan Aku teriak, "Rese banget sih kamu." dia hanya tertawa cekikikan dan lari berlalu.

Tak lama kemudian Ibu kami memanggil untuk segera makan siang, dan setengah berteriak aku bilang tidak lapat, tapi dengan cekatan tangan kecil Amanda menarik lenganku "Makan Kak nanti sakit," ajaknya sembari menarik-narik lenganku.

"sudah kubilang Aku tidak lapar, Apalagi cuacanya cerah dan tidak panas Aku masih mau disini menikamtinya disini," Jawabku. "Kalau mau bawakan makanannya kemari," TambahKu.

Dia pun tersenyum simpul dan berlari ke arah Ibu, tak lama kemudian tidak hanya membawa makanan tapi Manda menarik tangan Ayah berjalan kearah Aku yang di Ikuti oleh Bunda. " Lebih baik makan bersama-sama," celoteh Amanda sambil menatap lembut ke arah Bunda.

Amanda memberikan piring-piring yang telah diisi nasi kuning, telur, tempe dan bihun kepada, seperti hidangan tumpengan dalam acara-acara syukuruan aja, pikir ku.

"Nak, mari kita makan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan karena kita masih diberi kesempatan makan bersama." ucap Ayah dengan bijak.

Tiba-tiba air mataku lumer dan menetes seperti sudah lama aku tak merasakan lebersamaan dan kehangatan seperti ini. Sesaat kemudian nafasku sesak dan pandanganku terhadap mereka kabur. AKu ingin berteriak kepada Amanda. "Tolong aku...Tapi dia hanya tersenyum simpul...sesak ini makin menjadi-jadi."

-To Be Continued-

1 komentar: