Selasa, 08 Desember 2009

Shadow Angel, Chapter 1

Kring...Kring...Alarm HP ku berbunyi sontak Aku yang sedang tidur tengkurap bangun, Aku terengah-engah saat bangun dan segera mematikan alarm di HP Ku. Bunyi alarm tersbut membuat aku pusing, dan sesaat aku mengumpulkan nyawaku yang masih melayang-layang didunia mimpi. Hampir sudah dua minggu aku berimimpi saat-saat bersama dengan Adiku Amanda, setelah 15 tahun berpisah untuk selamanya...

Beranjak aku dari tmepat tidur menuju ruang makan, seperti tersaa sepi, semua tnapa ada kehangatan. Saat melihat catatan yang tertpempel di pintu kulkas, Aku baru ingat bahwa nanti ada pembantu yang datang seminggu dua kali untuk membersihkan rumah dan mencuci pakaian.

Meski bukan rumah mewah dan tidak terlalu besar namun karena aku tinggal sendirian jadi selalu tampak sepi seperti rumah hantu. Rumah yang saat ini kutempati adalah hadiah dari orang tuaku saat aku bertunangan dengan Rani, namun semuanya berantakan, impian keluarga bahagia, penuh dengan kehangatan dan kebersamaan sirna akibat orang ketiga yang datang. Dia datang disaat Aku dalam kondisi tidak bisa memperhatikan Rani sama sekali dari satu bulan aku hanya bisa menemuinya sekali dan apalagi beberapa kali aku mengecewakan dirinya. Dan akhirnya aku di cap tidak pantas lagi untuknya. Lebih dari dua tahun Aku bersama dengan Rani, meski sebelumnya aku pernah bersama orang lain, namun bagiku Rani adalah cinta pertamaku. Karena dia yang pertama memberikan aku harapan, dia yang mengenalkan Aku arti Keberadaan Tuhan yang saat ini kehadirannya masih kucari.

Setengah melamun aku memepersiapkan sarapan pagiku, sembari goreng telur dan menyiapkan telur. AKu terus termenung memimikirkan mimpi-mimpiku beberapa minggu terakhir. Aku bertanya pada diriku sendiri, "Apa yang akan terjadi, apakah aku segera menyusul Amanda."

Setelah selesai makan, mandi dan bersiap diri aku berangkat kerja, kebetulan rumahku di Tangerang dan kantorKu di daearh Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bila telat 15 menit maka Aku akan segera terjebak antrian macet.


-to be continued-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar