Kamis, 10 Desember 2009

The Story Of My Potrait, Chapter 1

Sepintas kenangan itu membuat aku merenung kembali bahwa hidup itu tidak selamaya indah. Karena Aku yakin seiap langkah kaki kita adalah sebuah ujian oleh Tuhan. Ujian terberat dalam setiap kehidupan manusia yakni memilih jalan hidup kita. Karena ada ahanya ada pilihan yakni bahagia-menderita, Benar-salah, atau Bangkit-terpuruk. Dan jalan yang saat ini Aku tempuh adalah Bangkit untuk meraih Kebahagian meski harus melewati jalan terjal, karena aku yakin setiap takdir manusia untuk hidup adalah perjalanan mencari bekal untuk menemui kematian.


Jam dinding di kamarku baru menunjukan pukul 06.15, biasanya Aku bersiap untuk bergegas pergi ke kampus, namun karena aku saat ini hanya mengerjakan tugas akhir dan juga bekerja sebagai Assisten Dosen matakuliah Fotografi di Kampus almamaterku, sehingga Aku memiliki banyak waktu luang. Pagi ini Aku hanya tertarik untuk bermain internet dan seperti orang kebanyakan kujelajahi dunia maya dengan membuka email dan Facebook.

kulihat di "Home", Renata menuliskan "Rindu dengan masa SD, Reunian Yuk" di statusnya.

1 komentar: