Rabu, 30 Desember 2009

Perjalanan Ke Bintan

24/12/2009



Sore Di Teluk Uban


Kepulauan riau memiliki banyak potensi salah satunya yakni potensi pariwisata, setelah saya menjelajahi Pulau Bintan pada Kamis tanggal 24/12/09 lalu mata saya baru terbuka betapa indahnya dan hebatnya negeri Indonesia, Diberkahi gugusan kepulauan yang Indah.

P. Bintan merupakan salah satu dari beberapa pulau besar yang ada di Kep. Riau, alasan saya mengunjunginya saat itulah adalah untuk mengisi salah satu liburan panjang Natal. Perjalanan saya diawali dengan menggunakan kapal Speedboat dari pelabuhan Teluk Punggur (P. Batam) menuju pelabuhan Teluk Uban (P. Bintan) kira-kira perjalanan membutuhkan waktu sekitar 20 menit, sedikit tips dari saya yakni jangan sampai anda telat sampai dipelabuhan karena sama seperti pesawat maka waktu anda untuk besenang-senang habis hanya untuk perjalanan. Selama perjalanan banyak hal menarik yang anda dapat lihat hamparan gugusan pulau yang ada memukan mata Saya, sungguh tidak ada pemandangan yang sia-sia.




Ceria Di Air Terjun Gunung Bintan


Setiba di Teluk Uban cukup sulit untuk menemukan alat kendaraan transportasi, sehingga kita perlu menyewa kendaraan karenanya sebelum berangkat kita harus melakukan penyewaan mobil karena ada cukup banyak penyewaan mobil di Bintan. Ada beberapa tempat tujuan wisata di Pulau ini seperti Air Terjun Gunung Bintan, ya meski banyak yang bilang Air terjun Air Kencing karena ukurannya kecil mirip kucuran air kencing.

Kemudian yang tidak kalah indah adalah Sepanjang Pantai Trikora, hamparan pasir putih dan laut biru membuat saya terperangah melihatnya seakan-akan Saya bukan berada di Indonesia, apalagi saat memasuki Bintan International Resort, penataan tempat yang luar biasa dan bisa dibilang Pantai Nusa Dua Bali kalah, dan kondisinya yang masih sepi membuat bermain air di pantai jadi menyenangkan. Ada beberapa alternatif tempat lain Di Pulau Bintan yakni Kota Tanjung Pinang, suasana Kota Tuanya memberi kita inspirasi kita bahwa masa kejayaan nenek moyang kita harus kita teruskan. Selain itu masih ada Pulau Penyengat kita meski kembali menyebrang untuk menuju kesana.

Bintan sendiri memiliki salah satu kuliner khas yakni Sop Ayam, meski secara dominan kuliner yang ditawarkan di sini kebanyankan Seafood. Saya sempat mencicipi salah satunya yakni Otak-otak sotong (cumi-cumi), tampilannya sama tapi isinya berbeda awalnya berbeda karena daging otak-otaknya berwarna merah tapi setelah dicicipi ternyata lezat dan dijual dengan harga cukup murah dengan Rp. 5.000,00 Saya bisa mendapatkan 20 potong. Memang ngak cukup sehari untuk menjelajahi P. Bintan dan menikmati petualngannya, tidak hanya Pantainya saja yang indah tapi panorama pegunungannya juga cukup bagus sehingga saya suatu saat akan kembali ke pulau ini untuk mencari hal-hal baru disini.


Di hamparan Pantai Trikora




Otak-otak Sotong

Selasa, 29 Desember 2009

The Story Of My Potrait, Chapter 1 (Update)

Sepintas kenangan itu membuat aku merenung kembali bahwa hidup itu tidak selamaya indah. Karena Aku yakin seiap langkah kaki kita adalah sebuah ujian oleh Tuhan. Ujian terberat dalam setiap kehidupan manusia yakni memilih jalan hidup kita. Karena ada ahanya ada pilihan yakni bahagia-menderita, Benar-salah, atau Bangkit-terpuruk. Dan jalan yang saat ini Aku tempuh adalah Bangkit untuk meraih Kebahagian meski harus melewati jalan terjal, karena aku yakin setiap takdir manusia untuk hidup adalah perjalanan mencari bekal untuk menemui kematian.


Jam dinding di kamarku baru menunjukan pukul 06.15, biasanya Aku bersiap untuk bergegas pergi ke kampus, namun karena aku saat ini hanya mengerjakan tugas akhir dan juga bekerja sebagai Assisten Dosen matakuliah Fotografi di Kampus almamaterku, sehingga Aku memiliki banyak waktu luang. Pagi ini Aku hanya tertarik untuk bermain internet dan seperti orang kebanyakan kujelajahi dunia maya dengan membuka email dan Facebook.

kulihat di "Home", Renata menuliskan "Rindu dengan masa SD, Reunian Yuk" di statusnya.

Hmmm...reunian. “Apakah mereka masih ingat dengan aku,” tapi ide Renata sebenarnya baik sih, hanya bagi ku masa-masa Sekolah Dasar yang seharusnya menjadi masa-masa yang indah namun malah menajdi masa-masa paling hitam selama aku bernafas 22 tahun ini. Aku berharap bisa kembali ke masa lalu dan bisa memperbaiki semua yang salah di masa lalu.

Waktu berputar dengan cepat namun hingga tidak terasa waktu enam tahun itu begitu cepat, namun kenangan akan tawa, tangis dan harap masih melekat kuat di dalam hati dan pikiran ku seakan-akan itu menjadi bayang-bayang kehidupanku di masa kini. Kita memang tidak bisa mengulang kembali apa yang telah terjadi dan hidup menatap masa depan. Namun aku tidak bisa meninggalkan masa lalu ku, tapi aku juga tidak terparangkap di dalamnya.

Setiap hari aku duduk di bagian paling depan meski Para Guru tidak menyuruhku, karena ini salah satu cara agar aku bisa menyerap pelajaran. Aku sadar aku berbeda dengan teman sekelasku yang lain, karena perbedaan inilah aku dikucilkan. Tapi aku tidak merasa kerdil dihadapan mereka semua. Sebelumnya aku sempat dimasukan ke salah satu sekolah luar biasa (SLB) di Tangerang oleh orang tuaku agar aku tidak minder dengan teman sekelasku.

Aku merasa asing berbeda saat berada di kelas, bahkan aku terheran-heran dengan kelakuan teman-teman sekelasku. Meraka kerap kali bertingkah lucu di depanku sehingga membuat aku tertawa, mereka semua selalu mencari-cari cara untuk mendapat perhatian dari para guru, sepertinya kata pujian memiliki arti tersendiri.
Ada seorang anak paling besar ukuran tubuhnya, namanya Hendra dia selalu kelaparan tiada henti-hentinya dia mengemil dikelas bahkan tidak jarang dia meminta makanan kepada yang lainnya. Namun dia memintanya dengan sopan jika tidak mendapatkannya dia berlarian-larian di kelas, seakan-akan terasa gempa bumi kecil saat di berlarian dengan tubuhnya yang besar. Terkadang Ibunya selalu menitipkan beberapa bungkus roti atau makanan kecil lainnya ke pada para Guru.

Selain itu ada Hardi tiada hari tanpa ingus yang meler di hidungnya, meski telah dibekali saputangan oleh Ibunya dia selalu menggunakan bagian bawah seragam untuk menyeka hidungnya, sehingga bagian bawah seragamnya selalu nampak kehijau-hijauan.
Dan yang paling cerewet Ani, dia selalu bertanya yang aneh-aneh kepada Aku, bicaranya sangat cepat sehingga aku lebih sering nyengir karena tak mengerti apa maksud dari pertanyaanya. Pernah suatu ketika Ani bertanya kepadaku, “Aku mau makan udang, tapi kemarin aku baru dijajanin permen, kamu pernah ngak makan cumi pake kangkung? “. Karena bicaranya cepat dan ngejelimet, yang kupikir adalah “Aku minta uang , aku bau permen, makan cumi bisa jangkung,” jadinya aku berikan uang Rp. 100 dan bilang kepadanya, “Bukannya minum susu biar jangkung. Dia hanya cengar-cengir, dan berlarian keluar kelas sambil membawa uang dari ku dan berteriak “Anak baru suka sama Ani,”.

Aku menjadi yang paling pintar di kelas, karenanya aku memang normal. Aku mampu menguasai pelajaran dengan baik. Dan akhirnya wali kelas ku Bu Widya menyarankan orang tua ku untuk menyekolahkan Aku di Sekolah umum dan akhirnya Aku dipindahkan ke SD Negeri Karawaci 16.

Senin, 28 Desember 2009

Hasrat seorang Jurnalis

Beberapa waktu lalu sebelum saya pindah ke Batam, seorang rekan kerja di kantor lama saya bercerita tentang masa-masanya
sebelum bekerja di kantornya yang sekarang, dimulai dari pengalamannya bekerja di media cetak,
radio dan kini berhasil menembus dunai televisi dengan bekal autodidak.
Padahal dirinya mengaku hanya lulusan SMA, dirinya pun tidak menyesal bekerja di Industri Media.
Namun ada sebuah ceritanya yang sangat menyentil hati saya yakni mengenai hakiki pekerjaan sebagai jurnalis/ reporter / wartawan.
Apa hanya sebuah pekerjaan meliput dan menuliskan berita, padaha saat kuliah dulu ditekankan bahwa seorang jurnalis merupakan mata dan mulut masyarakat, sehingga seorang jurnalis harus memiliki idealisme A,B,C, dan D. Dan sewaktu saya magang di Metro TV seorang Andy F. Noya (Mantan Pemred Metro TV) mengatakan langsung kepada saya jangan sekali-kali meneriman uang disaat ikut liputan karena sama saja kita menjual diri dan sekali kita menerima uang maka kita idealisme kita telah terjual selamanya.

Zaman kini bergeser, yang dapat dijadikan berita kini tidak hanya berita-berita politik, ekonomi, Olahraga, kriminal dll atau berita peristiwa yang biasa kita lihat di headline TV maupun koran. Masyakarat menuntu berita juga mampu menghibur, makanya kini hadir Infotaiment dan sejumlah berita feature dalam bentuk inovatif.

Dari sejumlah perubahan akibat tuntutan zaman itu juga, kini peran jurnalis lebih banyak hanya sekedar menajdi tukang liput peritiwa dipermukaan namun tidak memiliki sejumlah agenda liputan pribadi untuk melakukan liputan secara mendalam dan investigatif. Dan kebanyakan isu-isu yang berkembang merupakan persepsi pribadi segelintir wartawan tanpa melalui peliputan mendalam, dah mungkin isu itu juga didapatkan dari sebagian wartawan lain.

Dan bahkan kini telah dikenal dengan istilah citizen journalism, masyakat umum yang tidak bekerja sebagai wartawan namun melaporkan hasil liputan amatirnya, Asalkan informasi tersebut bisa dipertanggung jawabkan. sehingga saat ini tantangan menajdi seorang wartawan semakin berat tapi tidak untuk wartawan infotaiment yang repot-repot mesti ngelaporin seorang cewek yang cuman nulis sesuati di Twitter (ini negara demokrasi Bung).

Asal kita tahu bersama hampir kebanyakan Jurnalis di Amerka di tahun 60-80an berlomba-lomba menjadi jurnalis hanya untuk mendapatkan inspirasi untuk menulis Novel yang kebanyakan bercerita mengenai kriminalitas, konspirasi, skandal pemerintahan, cerita para agen rahasia, dan petualangan.

Kembali dengan cerita rekan kerja saya, kemudia dia menawarkan sebuah ide yakni melakukan peliputan sebagai Jurnalis Jalanan, menuliskan kisah-kisah perjalanan dan mengirimkan ke Media atau sekedar menguplodanya di blog. Karena menurutnnya jurnalis pada dasarnya adalah hasrat menuliskan segela sesuatunya untuk menginformasikan kepada orang lain, sehingga tidak harus menjadi seorang jurnalis yang bekerja di media untuk menuturkan apa yang kita lihat, dengarkan, dan rasakan dengan mata kepala kita dan berupaya mengisnpirasi orang lain, karena kini banyak medianya dengan catatan kita bukan jurnalis namun orang yang memiliki jiwa jurnalis.

Satu catatan untuk kita semua, mencintai suatu pekerjaan bagaikan menintai orang yang kita sayangi, sehingga disaat kita telah memutuskan pekerjaan tersebut maka jadikan diri kita sebagai profersional yang tidak sekedar mengejar uang.

Senin, 21 Desember 2009

Menjelajahi Pandora dengan Avatar

Diperlukan waktu 5 tahun untuk melakukan perjalanan dari Bumi ke Planet Pandora, Sebuah planet yang mirip dengan Bumi. Sebuah mineral yang hanya ada di Pandora di temukan harke Planet ini. Bahkan di Pandora telah dibuat sebuah pangkalan militer dan pusat Riset pengetahuan.

Jake Sully (Sam Worthington), mantan angkatan laut Amerika yang terluka dan cacat akibat perang. Ia terpilih untuk berpartisipasi dalam program Avatar, yang memungkinkannya bisa berjalan kembali. Jack menuju ke Pandora, sebuah hutan nan subur yang penuh dengan berbagai macam makhluk hidup, sebahagian indah dan sebahagian lagi menakutkan. Pandora juga rumah bagi suku Na’vi, makhluk yang mirip manusia dengan kehidupan primitif serta memiliki kemampuan seperti manusia. Saat manusia mencoba memasuki Pandora untuk meneliti kandungan mineral yang ada disana, suku Na’vi memerintahkan para prajuritnya untuk melindungi negerinya dari ancaman

Jake direkrut untuk menjadi bagian dari proyek ini. Karena manusia tidak dapat menghirup udara di negeri Pandora, maka mereka menciptakan makhluk-mirip-suku Na’vi yang mereka sebut sebagai Avatar. Di Pandora, dengan tubuh Avatar, Jake dapat berjalan kembali. Di hutan Pandora, Jake melihat banyak keindahan dan bahaya. Ia juga bertemu dengan wanita muda Na’vi bernama Neytiri (Zoe SaldaƱa).

Dengan luar biasa James Cameron yang merupakan Sutradara dari beberapa film Box Office seperti Titanic, Terminator, The Abys dan Aliens. Pandora benar-benar dibuat seperti Bumi, semuanya sama dengan Bumi hanya bentuk dan ukurannya berbeda. Dan yang lebih luar biasa suasana malam jauh lebih indah dari keadaan siang.

Dan segi cerita semuanya tersusun dengan rapi dari percintaan, action, dan drama berbabur meski cerita memang agak sedikit klasik dengan jatuh cinta dan memihak kepada penduduk lokal. Memang ada beberapa bagian Art yang nampak sama dengan beberapa film seperti A.M.p kendaraan perang robot besar yang dapat dikendarai sama halnya dengan yang ada di film Matrix.

Shadow Angel, Chapter 1

Hari ini akan melelahkan, meski aku bekerja hanya setengah hari namun aku memiliki beberapa pekerjaan sampingan. Karena gaji seorang fotografer majalah tidak seberapa. Selesai melaukan foto session untuk cver minggu ini. Aku bergegas bertemu klien ku di daerah Mampang, dengan alasan makan siang dengan Orang Tua Aku langsung bergegas. Meski Pak Toha sendiri sedikit kurang setuju Aku keluar kantor namun dia tidak bisa mencegah, karena semua pekerjaan ku sendiri sudah kelar.

Meski bawa kendaraan namun Aku memutuskan naik Taxi, karena cuaca sangat panas dan aku sendiri lelah. Sejenak Aku duduk termangu di Taxi sambil melempar muka ke arah luar, tiba-tiba Aku mendengar bisikan suara Amanda berulang, "Kak...Bangun," dan Aku terkaget ketika tumitku tersentak. Ternyata supir Taxi membangunkan Aku dengan menepuk-nepuk tumit ku. "Bangun Pak, sudah sampai." katanya dengan sopan.

Selama bertemu dengan klien ku aku jadi tak konsentrasi, bayang-banyang Rani seperti datang dan pergi ditambah aku memikirkan setiap pertemuan ku dengan Amanda di mimpi-mimpiku. Bahkan saat klien ku meminta aku memperlihatkan contoh karyaku, Aku hanya bengong sejenak karena dari awal aku memang tidak mendengarkan apa yang dia Katakan.

-To be Continued-

Minggu, 20 Desember 2009

Sebulan Di Batam

Berasa banget sebulan disini jauh dari keluarga dan jauh dari teman2 dekat. Tapi disini lumayan menyenangkan dari ligkungan tempat tinggal sampai teman-teman kantor. Semuanya seperti keluarga yang merasa satu penderitaan. Tapi karena tempat tinggal agak jauh dari pusat perkoataan menjadikan akses kemana-mana susah seperti ATM. Tapi so far semuanya baik-baik saja di Citra Mas (komplek gw tinggal) fasilitasnya cukup lengkap ya ada klinik, tempat olahraga dan warung serba ada.

Kantor gw juga ngak terlalu jauh 15 menit dari Citra mas kalo pake kendaraan dan satu jam kalo jalan kaki. Kalo di Tangerang kayak dari rumah ke cikokol dan yang lebih enak ngak pake macet. Kantor gw sendiri berada di daerah di Nongsa Beach (entah kenapa disini semua orang lebih senang semua istilah inggris). Tempatnya enak dipinggir pantai jadinya setiap hari serasa liburan. Lirik ke kiri terlihat Singapur ke kanan Johor.

Udara disini juga lumayan, ngak terlalu panas dan lebih banyak berawan. Tapi sebulan disini gw merasa lebih hitam, heheheh...mungkin karena tiap hari kena panas trus kena AC, ngak pagi-siang-malam. Apalgi disini airny jelek banget...hampir-hampir tiap hari harus mencium bau karat tiap hari.

Mau jalan atau belanja juga jauh...yang biasa jadi tujuan belanja biasanya Nagoya Hill dan Batam Centre. Ongkosnya juga mahal beuh sekli jalan Rp. 6.000,oo - Rp. 8.000,oo. dan jenis makanan yang di tawarkan juga sama ja ngak ada yang special. Batamnya sendiri ngak punya ciri khas kuliner selain Cake pisang...sekali makan minimal Rp. 10.000,oo...Padahal kalo warung emak (kebon sirih) gw makan cuman Rp. 6.000,oo. Ya buat orang Singapur Batam bisa dijadikan tempat cari barang murah. Habis jauh banget beda harganya. Emang sieh gw belum explore keseluruhan tempat disini ya namanya juga baru sebulan. Ya mungkin liburan Natal dan tahun baru bisa jadi ajang jalan2...

Tapi so far disini lumyan sieh...good salary. good facility. good place...
Karena tujuan gw kesini selain belajar adalah mencari ketenangan dari kebosanan di Jakarta.

See You...

Rabu, 16 Desember 2009

Okezone.com buka lowongan

okezone.com is looking for a Journalist, Web Designer, Flash Designer and Sales Account Executive for our portal.

You will be working on high load portal that get significant traffic and exposure - and regularly be challenged to push your skills.

Journalist

Requirements:
  • Female, not more than 23 years old
  • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field with min. GPA 2.8.
  • Fresh graduates/Entry level applicants are encouraged to apply.
  • Able to communicate and write in English is a must
  • Has great interest in Journalism especially
  • News & Politic
  • Information Technology
  • Information Celebrity
  • You must be Energetic, dynamic, creative &like challenges

    Web Designer (WD)

    The following skills are required:
    • Male / Female, max. 28 years old
    • Write clean X/HTML and CSS
    • JavaScript/jQuery and friends
    • Adobe - Dreamweaver,Flash,Illustrator
    • Apache
    • Have basic knowledge of Web Standard and User Usability.
    • Creating verbal content for the website or using approved content from the client
    • Integrating verbal content with site design for final product
    You must be:
    • Creative minded
    • Pixel-perfectness
    • Have strong understanding of typography and usability, especially for web use
    • Work with our current Developer on projects and important tasks

    Flash Designer (FD)

    The following skills are required:
    • Male / Female, max. 26 years old
    • Bachelor Degree in any major from reputable University
    • Expert in Flash Animation
    • Advance in Flash Action Script
    • Have a knowledgeable in HTML & CSS (additional)
    • Great Sense of art
    • Creative minded
    • Able to work independently and in a team
    • Able to meet tight deadlines.

    Sales Account Executive (AE)

    Specific Requirements :
    • Female, not more than 25 years old
    • Candidate must possess at least a Bachelor’s Degree in any field, with min. GPA 2.8.
    • Able to communicate and write in English
    • Good attitude, detail oriented, accurate, diligent, team player, loyal/faithful person and able to do overtime if required.
    • Good looking
    • Able to do presentation
    • Preferably working experience min 2 years in online media.

    How to Apply :
    Please send your CV, photo, reference, brief portofolio to sulistyowati@okezone.com
    or
    Highend Building Lt. 4
    Jln. Kebon Sirih Kav. 17-19 Jakarta 10340
    Jakarta.


    http://ad.okezone.com/microsite/vacancy/

    Selasa, 15 Desember 2009

    WE WILL NOT GO DOWN (GAZA) - Michael Heart

    WE WILL NOT GO DOWN (GAZA) - Michael Heart


    A blinding flash of white light
    Lit up the sky over Gaza tonight
    People running for cover
    Not knowing whether they're dead or alive

    They came with their tanks and their planes
    With ravaging fiery flames
    And nothing remains
    Just a voice rising up in the smoky haze

    We will not go down
    In the night, without a fight
    You can burn up our mosques and our homes and our schools
    But our spirit will never die
    We will not go down
    In Gaza tonight

    Women and children alike
    Murdered and massacred night after night
    While the so-called leaders of countries afar
    Debated on who's wrong or right

    But their powerless words were in vain
    And the bombs fell down like acid rain
    But through the tears and the blood and the pain
    You can still hear that voice through the smoky haze

    We will not go down
    In the night, without a fight
    You can burn up our mosques and our homes and our schools
    But our spirit will never die
    We will not go down
    In Gaza tonight



    ------------------------------------------------




    Sebuah kilatan menyilaukan cahaya putih
    Menerangi langit di atas Gaza malam ini
    Orang-orang berlarian mencari perlindungan
    Tidak tahu apakah mereka mati atau hidup

    Mereka datang dengan tank dan pesawat mereka
    Dengan berapi-api api ravaging
    Dan tak ada yang tersisa
    Hanya suara naik dalam kabut berasap

    Kami tidak akan turun
    Di malam hari, tanpa perlawanan
    Anda dapat membakar masjid-masjid kita dan rumah kita dan sekolah-sekolah kita
    Tetapi roh kita tidak akan pernah mati
    Kami tidak akan turun
    Malam ini di Gaza

    Wanita maupun anak-anak
    Dibunuh dan dibantai malam demi malam
    Sementara apa yang disebut pemimpin negara-negara jauh
    Berdebat mengenai siapa yang salah atau benar

    Tapi mereka tidak berdaya kata-kata itu sia-sia
    Dan bom itu jatuh ke bawah seperti hujan asam
    Tetapi melalui air mata dan darah dan rasa sakit
    Anda masih dapat mendengar suara melalui kabut asap

    Kami tidak akan turun
    Di malam hari, tanpa perlawanan
    Anda dapat membakar masjid-masjid kita dan rumah kita dan sekolah-sekolah kita
    Tetapi roh kita tidak akan pernah mati
    Kami tidak akan turun
    Malam ini di Gaza

    --------------------------------------------

    Bait-bait indah...menjadi inspirasi untuk semua orang yang perduli akan Gaza dan Palestina...Semoga mereka semua yang gugur mendapat tempat di Sisi Allah SWT...dan mereka yang masih hidup di Palestina saat ini tetap memperjuangkan semangat kebasasan dari teroris dunia zionis-israel....Semoga Allah SWT memberikan rahmat kepada semua umatnya diseluruh belahan dunia


    -ghamal noordiansyah

    AKAL SEHAT VS KEBIASAAN YANG JADI TABIAT BURUK...

    Suntuk aku saat mencari kerja...
    Hari ini, esok atau lusa tak kunjung datang dering panggilan
    Ku habiskan hari-hari ku dengan penuh kesia-sian
    Bangun siang, tidur larut
    Tiada satu pun bacaan aku baca kecuali novel atau komik
    Terkadang tontonan mesum jadi alternatif menebus telaga kebosanan

    Manusia ini semakin larut dengan kebiasaan
    Terbiasa dengan keburukan kemudian salahkan yang lain
    menyalahkan karena tak mampu merubahnya
    Tabiat itu semakin menjadi-jadi dengan habisnya waktu
    kebiasan buruk + egoisme = Kepala Batu

    Akhirnya dering yang ditunggu datang
    saat datang langsung diterima...
    Akibat jadi kepala batu semuanya dibilang tak cocok...
    tak lama salahkan yang lain...karena merasa gagal...

    Setiap hari selalu berkata muak, tak sanggup, dan (paling sering) bosan
    Sia-sia lah hidupnya hanya diwarnai kelabu...

    Temannya datang...tawapun muncul
    namun ketika sendiri bersungut dia hidup dalam kebosanan...

    Si tua bijak mengatakan jadikan dirimu berguna...
    bukan jadikan dirmu terbuang...
    karena suatu saat yang ada padamu akan pergi satu-satu...
    hanya karena kamu berguna mereka akan kembali...



    -ghamal noordiansyah-

    Kamis, 10 Desember 2009

    The Story Of My Potrait, Chapter 1

    Sepintas kenangan itu membuat aku merenung kembali bahwa hidup itu tidak selamaya indah. Karena Aku yakin seiap langkah kaki kita adalah sebuah ujian oleh Tuhan. Ujian terberat dalam setiap kehidupan manusia yakni memilih jalan hidup kita. Karena ada ahanya ada pilihan yakni bahagia-menderita, Benar-salah, atau Bangkit-terpuruk. Dan jalan yang saat ini Aku tempuh adalah Bangkit untuk meraih Kebahagian meski harus melewati jalan terjal, karena aku yakin setiap takdir manusia untuk hidup adalah perjalanan mencari bekal untuk menemui kematian.


    Jam dinding di kamarku baru menunjukan pukul 06.15, biasanya Aku bersiap untuk bergegas pergi ke kampus, namun karena aku saat ini hanya mengerjakan tugas akhir dan juga bekerja sebagai Assisten Dosen matakuliah Fotografi di Kampus almamaterku, sehingga Aku memiliki banyak waktu luang. Pagi ini Aku hanya tertarik untuk bermain internet dan seperti orang kebanyakan kujelajahi dunia maya dengan membuka email dan Facebook.

    kulihat di "Home", Renata menuliskan "Rindu dengan masa SD, Reunian Yuk" di statusnya.

    Selasa, 08 Desember 2009

    Shadow Angel, Chapter 1

    Kring...Kring...Alarm HP ku berbunyi sontak Aku yang sedang tidur tengkurap bangun, Aku terengah-engah saat bangun dan segera mematikan alarm di HP Ku. Bunyi alarm tersbut membuat aku pusing, dan sesaat aku mengumpulkan nyawaku yang masih melayang-layang didunia mimpi. Hampir sudah dua minggu aku berimimpi saat-saat bersama dengan Adiku Amanda, setelah 15 tahun berpisah untuk selamanya...

    Beranjak aku dari tmepat tidur menuju ruang makan, seperti tersaa sepi, semua tnapa ada kehangatan. Saat melihat catatan yang tertpempel di pintu kulkas, Aku baru ingat bahwa nanti ada pembantu yang datang seminggu dua kali untuk membersihkan rumah dan mencuci pakaian.

    Meski bukan rumah mewah dan tidak terlalu besar namun karena aku tinggal sendirian jadi selalu tampak sepi seperti rumah hantu. Rumah yang saat ini kutempati adalah hadiah dari orang tuaku saat aku bertunangan dengan Rani, namun semuanya berantakan, impian keluarga bahagia, penuh dengan kehangatan dan kebersamaan sirna akibat orang ketiga yang datang. Dia datang disaat Aku dalam kondisi tidak bisa memperhatikan Rani sama sekali dari satu bulan aku hanya bisa menemuinya sekali dan apalagi beberapa kali aku mengecewakan dirinya. Dan akhirnya aku di cap tidak pantas lagi untuknya. Lebih dari dua tahun Aku bersama dengan Rani, meski sebelumnya aku pernah bersama orang lain, namun bagiku Rani adalah cinta pertamaku. Karena dia yang pertama memberikan aku harapan, dia yang mengenalkan Aku arti Keberadaan Tuhan yang saat ini kehadirannya masih kucari.

    Setengah melamun aku memepersiapkan sarapan pagiku, sembari goreng telur dan menyiapkan telur. AKu terus termenung memimikirkan mimpi-mimpiku beberapa minggu terakhir. Aku bertanya pada diriku sendiri, "Apa yang akan terjadi, apakah aku segera menyusul Amanda."

    Setelah selesai makan, mandi dan bersiap diri aku berangkat kerja, kebetulan rumahku di Tangerang dan kantorKu di daearh Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bila telat 15 menit maka Aku akan segera terjebak antrian macet.


    -to be continued-

    Senin, 07 Desember 2009

    Shadow Angel, Chapter 1

    Aku berlari-lari di cuaca cerah, berkejar-kejaran dengan amanda, kedua orang tua kami terlihat duduk di sebuah pohon lebat sembari menyiapkan makanan. Aku dan adik perempuanku bermain tanpa meneganl waktu. Kali ini dia menumpahkan potongan alang-alang diatas kepalaku. Spontan Aku teriak, "Rese banget sih kamu." dia hanya tertawa cekikikan dan lari berlalu.

    Tak lama kemudian Ibu kami memanggil untuk segera makan siang, dan setengah berteriak aku bilang tidak lapat, tapi dengan cekatan tangan kecil Amanda menarik lenganku "Makan Kak nanti sakit," ajaknya sembari menarik-narik lenganku.

    "sudah kubilang Aku tidak lapar, Apalagi cuacanya cerah dan tidak panas Aku masih mau disini menikamtinya disini," Jawabku. "Kalau mau bawakan makanannya kemari," TambahKu.

    Dia pun tersenyum simpul dan berlari ke arah Ibu, tak lama kemudian tidak hanya membawa makanan tapi Manda menarik tangan Ayah berjalan kearah Aku yang di Ikuti oleh Bunda. " Lebih baik makan bersama-sama," celoteh Amanda sambil menatap lembut ke arah Bunda.

    Amanda memberikan piring-piring yang telah diisi nasi kuning, telur, tempe dan bihun kepada, seperti hidangan tumpengan dalam acara-acara syukuruan aja, pikir ku.

    "Nak, mari kita makan berdoa dan bersyukur kepada Tuhan karena kita masih diberi kesempatan makan bersama." ucap Ayah dengan bijak.

    Tiba-tiba air mataku lumer dan menetes seperti sudah lama aku tak merasakan lebersamaan dan kehangatan seperti ini. Sesaat kemudian nafasku sesak dan pandanganku terhadap mereka kabur. AKu ingin berteriak kepada Amanda. "Tolong aku...Tapi dia hanya tersenyum simpul...sesak ini makin menjadi-jadi."

    -To Be Continued-

    Minggu, 06 Desember 2009

    The Story Of My Potrait, Chapter 1

    Matahari masih enggan menampakan dirinya. Udara dingin yang ditemani suasana sunyi menandakan gempita liburan akhir pekan selesai dan akan segera dimulai beberapa saat lagi, Sahut menyahut suara Adzan bergema memanggil-manggil. Klik!...Seperti film petualangan yang telah sampai babak akhir, seperti itu juga mimpi dalam lelapku berakhir, semuanya terasa sunyi tanpa suara meski kipas angin di kamar ku deru-menderu. Lalu kutarik nafasku dalam-dalam, hatiku berkata, "Syukurlah Aku masih hidup". Lalu Ku buka mata perlahan, dengan penuh harap akan ada keajaiban disaat kubuka mataku.

    Bukan suara adzan atau dering suara alarm yang setiap memulai perjalanan tidur yang membangunkan Aku, Melainkan getaran ponsel yang tepat di sebelah kepalaku. Saat kulihat terdapat 4 Miscall dan sebuah pesan singkat. Pesan singkat tersebut dari sahabat ku Ghamal yang isinya,
    Pewasat gw delay 2 jam, berangkat sekitar pukul 09.00 WIB, Tolong jemput sekitar pukul 10.30. Thanks, Ghamal.

    Aku hanya tersenyum, dan kemudian aku bergegas Sholat Shubuh. Setelah selesai Sholat aku membuka tirai jendela kamarku. Silauan cahaya matahari pagi yang yang berpadu sorotan lampu motor yang lewat menyilaukan mataku. Aku jadi teringat masa-masa kecilku yang menyedihkan. Saat itu aku jatuh akibat di dorong dan dipukul Rendi salah satu teman SD Ku di SDN Karawaci 16, Kami kalah telak saat bertanding sepak bola dengan SDN Karawaci Baru 3. Rendi menyalahkanku karena Aku tidak mau mengoper bola kepadanya. Padahal aku bermain sebagai pemain belakang. Saat aku terjatuh cahaya matahari menyilaukan mataku sehingga seketika aku tidak bisa menghidar saat Roni Melempar Bola tepat ke Arah wajahku. Bibirku berdarah, Rasanya aku ingin nangis namun percuma tidak akan ada yang mendengar tangisanku. Bahkan Aku sendiri...

    Aku biasa dipanggil Azie, sejak umur 3 tahun aku mengalami kelainan pada pendengaran ku. Padahal pada saat lahir aku normal. Namun suatu ketika aku menderita sakit panas setelah sembuh terjadi kelainan pada pendengaranku. Orang tua ku telah mati-matian berusaha menyembuhkan Aku, dari dokter terbaik dalam negeri hingga luar negeri telah mereka datangi untuk berusaha menyembuhkan Aku, Bahkan pengobatan alternatif pun telah dicoba namun hasilnya kurang memuaskan. Tapi Aku bangga dengan mereka, karena mereka tidak lelah-lelahnya berusaha mencari cara agar aku bisa normal seperti yang lainya.

    Di sekolah aku selalu menjadi bulan-bulanan, hampir semua teman sekelas SD Ku memanggil Aku dengan sebutan "Si Kuping Polos", meski berulang-ulang kali aku berteriak panggil aku "Azie", namun tetap saja Rendi selalu memprovokasi teman sekelas untuk mengolok-ngolok aku dengan sebuatan "Si Kuping Polos".

    -To Be Continued-