Minggu, 28 Februari 2010

Sekupang, Another Side Of Batam...

-Suasana Pantai Sekupang-


Setelah tiga bulan berada di batam akhirnya gw mampir juga di Pantai Sekupang, letaknya berada di bagian Utara Pulau Batam, perjalanan kali mungkin bisa dibilang nekat karena tanpa persiapan yang jelas Saya dan tiga rekan kantor saya berangkat di sabtu siang. Berhubung masih asing dengan beberapa tempat di Batam, kami memutuskan untuk naik angkutan umum dari Nongsa, kemudian turun di Simpang Jam (tidak jauh dari RS Awal Bros), dan dari situ kami melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Batam, lumayan cuman Rp. 3000,oo langsung sampai pelabuhan Sekupang.

Sesampai di Pelabuhan kami dibingungkan oleh angkutan ke KTM Resort yang jaraknya sekitar 2 km, dan akhirnya kami memutuskan naik Taxi yang sudah mangkal disekitar situ...lumayan bolak-balik selembar uang 50.000 harus keluar dari dompet.

Sesampai diatas Saya takjub dengan tempat ini, meski tidak terlalu indah tapi fasilitas yang disediakan cukup lengkap dan berstandar Internasional. Yang cukup memukau adalah Patung Raksasa Dewi Kwan In, terlihat megah dan agung...Serta didampingi oleh klenteng sebagai tempat berdoa untuk para kaum Budhist.

Perjalanan saya juga tidak berhenti disitu saya menyelelusuri pantai dan ternyata Singapur terlihat lebih jelas disini ketimbang di Nongsa. setelah lelah berjalan-jalan disini juga terdapat restorant yang menyediakan masakan laut alias seafood. dan tentunya yang pertama saya pesan adalah Gong-gong sejenis keong laut tapi jika dimakan rasanya seperti kerang...huaaah...pengen balik lagi suatu saat. Saran untuk yang ingin ke Pantai sekupang sebaiknya menyiapkan kendaraan pribadi karena transportasi umum cukup sulit disini dan apalagi banyak Taxi yang sering memnafaatkan kondisi terjepit para pengunjung...hehhehe.

-The Giant Kwan In-



-Berlabuh-








-Menikmati Sunset di Sekupang-



Thanks for Sagita Ajeng, Tria Rahmatika & Handra Liu
Photography By Ghamal Noordiansyah

Senin, 22 Februari 2010

What I Want ?

Terkadang gw merasa hidup gw membosankan mesti bangun pagi kerja dan tidur, menjemukan seakan gw hidup dalam sebuah ruang tertutup. Tapi terkadang secerjah kermaian itu datang dan mebongkar ruang hampa tersebut. Banyak yang bilang hidup itu mesti dinikmati karena hanya sekali, tapi salah seorang temen gw yang seorang Budhist mengatakan bahwa setiap orang mati itu akan direnkarnasi sehingga ada yang namanya hukum karma.

Huff...if there is a will and there is wrong way...gw bingung apakah keinginan kuat aja ngak cukup, terinspirasi dari sinema jepang Anchor Woman gw jadi kuliah ngambil jurusan Jurnalistik, tapi gw sekarang malah kerja jauh dari bidang itu...Damn...What's wrong with my choice...

Cuman bisa mengeluh dan berkesah bahawa seandainya dulu...time is running and never back again...gw berharap kata "Seandainya" itu lenyap maka setiap orang di dunia pasti ngak penyesalan...

Gw bingung kenapa harus jadi bingung...selalu bertemu dengan perpisahan dan pengkhiatan...itulah dua kata yang ketika kuliah...banyak temen tapi semuanya jadi musuh dalam selimut...sedkit yang emang jadi sahabat...bisa ke itung jari...dan saat itu jalan bagi satu2nya cuman pembuktian cara gw menampar teman-teman kampus gw...ngk perduli mereka senang atau bagaiamana...

sometimes i sad...dan hanya bisa tersenyum...karena gw telah berusaha melupakan air mata. Karena air mata adalah kelemahan terbesar manusia...Saat kita mengeluarkan air mata membutuhkan sekian emosi dan sekian emosi membutuhkan sekian energi dan jika energi tersebut diperuntukan untuk membuat orang lain bahagia. maka lebih jauh bermanfaat...meski terkadang membuat orang bahagia juga bagai ngiris-ngiris perasaan sendiri dengan pisau berkarat...Soe Hok Gie pernah bilang lebih baik diasingkan daripada hidup dengan kemunafikan...


Dan gw sampai pada kesimpulan jikalau kebahagiaan itu datang dari hati...

Minggu, 14 Februari 2010

Hunting Party "Night of Chinesse New Year

Koleksi foto-foto terbaru, Moment pada saat malam jelang Tahun baru cina di Batam. Suasana kota Batam sendiri lumayan Ramai sampai-sampai beberapa jalan protokol ditutup. Tapi pada sorenya banyak sekali toko yang tutup jadi susah sekali untuk berbelanja.











Photo by Ghamal Noordiansyah

Rabu, 10 Februari 2010

3 bulan di Batam tapi tuh orang FCUK &b SUKCS lah !!!

Dah hampir tiga bulan dikantor baru masih perlu banyak adaptasi, tiap hari makin amazing ketemu orang-orang IFW Studio dari yang hebat2, freak, aneh, agak fail, asyik dan ada juga yang manja (sebut nama ngak yah, gw lebih seneng sebut dia Arb FLD, biar lebih sopan), awalnya gw teman tapi tuh orang jadi aneh gitu sama gw yasudlah gw ngak ngurusih hal2 yg remeh temeh kayak gitu.

Sekarang gw dah lebih baik dalam modelling 3d, seneng juga karena ada peningkatan jadi ngak percuma ninggalin jakarta buat belajar, tapi gw jadi agak lupa dengan dunia fotografi, writng dan Digital imaging yang dah lebih dulu gw cintai tapi wajarklah ngk semuanya bisa gw kerjain dalam satu waktu tapi teteap tujuan utama gw untuk jadi fotografer pro, ya minimal jadi lebih banyak orderan aja dah cukup....hehehhe...Ya Allah tolong tambah rezeki hamba buat biaya nikah klo emang kau perkenankan....hahahaha...


Jalan panjang masih terbentang sebelum pulang ke kampung halaman...perjuangan ini mesti dilanjutkan...

Di Batam Ada Batu AJi




Dipetualangan gw kali masih di sekitar Kep. Riau sieh. Karena emang gw juga belum sempet jalan-jalan lagi baru minggu kemarin. Di perjalalanan gw kali ini gw main-main ke daerah Batu Aji, surganya barang murah, bisa dibilang tempat ini kayak Pasar Senen di jakarta atau Gedebage di Bandung masih setipe yang dijual barang-barang bekas impor, dari mulai pakaian, sepatu, tas, sendal-sepatu, sampai barang elektronik bermerk tersedia disni. Prinsipnya kalo belanja disini sama aja sieh pinter nawar dan mesti sabar cari barang meski panas matahari menyengat.





Beberapa barang juga masih ada yang baru meski ada cacat sedikit, sayang harganya dah mulai mahal, saat gw tanya beberapa temen yang sering ke Batu Aji beberapa tahun yang lalu dengan uang Rp. 100.000,oo kita bisa belanja baju atau tas sekarung, tapi emang ngak jaminan sekarung itu bagus semua, ya mungkin karena para penjualnya juga para pendatang yang sudah mengerti label atau merk terkenal jadilah harganya lebih mahal sekarang ini.

Berbeda dengan Pasar Senen Jakarta di Batu Aji masih lebih bersih dan tertib, kita bisa lebih mudah dan nyaman ketika berbelanja karena pasarnya sudah diblok antara yang jual pakaian dengan barang-barang lain sehingga memudahkan kita mencari barang, apalagi di Batu Aji masih tampak lebih bersih.





Sedikit tips jika berbelanja disini lebih baik datang di hari sabtu/minggu karena biasanya stok barang-barang baru mampir lebih dulu sebelum diputar lagi ketempat lain dan 60% barang asli untuk pakaian ngak seperti di Pasar Senen yang kebanyakan barang hasil "modifikasi", tapi tidak ada salahnya teliti sebelum membeli. Di Batu Aji juga terdapat penjual Boneka dan Action Figure (keberadaan diragukan karena saat gw berkunjung tidak ditemukan) sehingga buat yang memang doyan belanja Batu Aji sebagai alternatif belanja ketimbang mesti jauh-jauh ke Singapur. (10/02/2010)








Photo By ghamal noordiansyah