Rabu, 20 April 2011

The Studios Part 2

Semua orang bergerak ya minimal setidaknya dengan bernafas, bernafas pun ada etikanya. Pelan-pelan, tenang dan tidak berisik. Hanya orang mati yang tidak bernafas. Saat kita masih hidup bernafaslah dengan sepuasnya hirup udara segar senyaman-nyamannya. kita tidak tahu kapan udara segar berganti dengan polusi karena sudah menanti diujung penantian.

Batam, tempat studio kami, di pulau ini yang udara masih segar, masih cukup baik untuk mnghirup udara kebebasan yang menenangkan pikiran kalut, semua dari kami berjuang demi banyak hal. Uang, penghormatan dan maupun Nama besar kami perjuangkan lewat dunia Perfilman yang sedang tumbuh saat ini. Dengan kehidupan yang seadaanya kami melawan sebuah batas pemikiran, bahwa diseberang sana ada sebuah tanah harapan yang menunggu kami, surga dunia kreatif. sebuah tanah yang dibangun dengan harapan dan moral beretika oleh para pemimpinnya.

Yang menarik disini semua orang punya banyak kesamaan, emosi labil dan bagai orang dewasa berperilaku anak SD, (termasuk). Semuanya terkadang menajdi orang yang sangat menyenangkan tapi terkadang menjadi menyebalkan. Ada seseorang disini umurnya 30++, setiap ke kantor dandananya trendy, hari-hari penuh warna. Semuanya bertolak belakang sampe kantor kepala maju-mundur sambil ditutup hood jaket, eng...ing...eng...Dia tidur, meski dirinya kerap kali dia sering begitu karena penyakit. Are you sure. Roomatenya bilang hampir tiap hari tidur diatas jam 2 dinihari pagi. Oooh. Untungnya beliau masih masih punya Attitude yang baik pulang berangkat dan pulang tepat waktu.

so far menyenangkan disini, suasana tenang dan pemandangan pantai setiap hari. banyak hal yang dipelajari untuk menajdi pribadi yang sederhana. Tapi tdak banyak juga yang bisa dilakukan disini selain kerja, pulang, games dan porto. Suasana persaingan yang menyenangkan membuat seseorang bersemangat untuk maju kedean menjadi yang terdepan.

-to be continued-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar