Banyak orang bilang bahwa sebagian manusia itu beruntung karena dilahirkan dari keluarga kaya, sehingga bisa menikmati kekayaan keluarganya. Tidak perlu pusing memikirkan keperluan sehari-hari pundi-pundi rezeki mengalir dengan derasnya, setiap hari makan enak, bisa sekolah di tempat terbaik dan jalan-jalan keluar negeri setiap tahunnya. Tapi tahu ngak sebelum mereka mendapatkan itu semua, tanpa bermaksud rasis, ya kita ketahui bersama saat ini kebanyakan orang kaya yang berprofesi sebagai pengusaha di Indonesia adalah etnis tionghoa, sekali lagi bukan bermaksud rasis, mari kita lihat 50 tahun kebelakang, saat Indonesia baru merdeka. Sebagian besar dari mereka datang ke Indonesia dari China daratan sebagai imigran gelap, salah satunya adalah Eka Tjipta Wijaya (Oei Ek Tjhong) pemilik Sinar Mas Group. Mereka datang untuk mencari kehidupan yang lebih baik, mencari dimana saat itu China sedang Mengalami pergolakan besar saat rezim sosialisme resmi di gunakan. Mereka datang bukan dengan kondisi kaya raya melainkan miskin hina, namun tekad baja mereka demi mendapatkan rezeki mengisaratkan otak mereka berfikir bekali-kali bagaimana mereka bisa mendapatkan uang. berikut ada sedikit penggalan kata untuk renungan :
•KAMI dtg dlm kemiskinan, anda sdh tiba sjk nenek moyang anda berada.
•KAMI duduk dibwh terik matahari menunggu dagangan kami, disaat anda meminta bagian anda utk uang "keamanan"
•KAMI menghitung saving dan expense keluarga kami, disaat anda menghitung apa yg bs anda belanjakan dgn uang anda.
•KAMI berusaha mencari apa yg bs kami jdkan uang, ketika anda sdg berusaha mencari apa yg bs dijadikan barang.
•KAMI rela mkn nasi 1 kali sehari demi masa dpn, disaat anda menuntut mkn 3 kali sehari.
••....40 TAHUN BERLALU....••
(*) KAMI menikmati apa yg tlah kami perjuangkan, disaat anda berkata "China sialan, nguasain negara gueee"
(*) KAMI menikmati liburan setiap tahun ke luar negeri,disaat anda ribut akn kenaikan harga sembako.
(*) KAMI bersyukur ats hasil krj keras kami disaat anda sdg mengutuk negeri ini.
(*) KAMI bercerita ttg bgmna indahnya hidup ini,ketika anda bercerita ttg pahitnya hidup saat ini.
(*) KAMI berpikir makan apa besok, ketika anda berpikir apa besok mkn.
(*) SAAT kami menikmati puncak kesuksesan, anda menyalahkan kami atas kemiskinan keluarga anda.
(*) SAAT kami masuk k pintu ruang pabrik kami, anda dtg meminta bagian atas apa yg telah kami perjuangkan
(*) KAMI tahu kami hny pendatang, tp kami tahu bagaimana membuat kami menjadi lebih berarti di mata bangsa2 lain.
(*) KAMI tahu kami hny numpang, tp kami tahu bagaimana kami berjuang dlm kerasnya hidup menumpang.
(*) KAMI berusaha, uang bkn jatuh dr langit.
,,,Kini anda yg meratap mengapa negeri ini penuh dgn kami yg berada diatas...
(*) KAMI menjauhkan diri dr komunitas anda, krn kami takut anak2 kami memiliki mental spt anda.
(*) KAMI bkn sombong, kami bkn membenci anda,
tp kami ingin hidup spt apa yg nenek moyang kami ajarkan,
!!!!!"JANGAN MEMINTA, TAPI BERUSAHA"!!!!
KAMI berkorban utk anak cucu kami, kami berjuang dr kemiskinan smp kemakmuran,
KAMI tdk meminta dgn gratis, kami membayar apa yg harus kami bayar,
Sejujurnya gw sangat terkesan dengan kalimat diatas, yang juga menginspirasi gw buat bekerja dan berusaha jauh lebih giat. Memang ngak ada yang mudah di dunia sebagain dari kita hanya banyak mengeluh termasuk gw, dan memang seperti itulah kultur manusia negeri ini, tdak disiplin, tidak menghargai waktu, semuanya ingin instan (pantesan mie instan laku), lebih banyak ingin menerima ketimbang memberi, kurang dewasa dan lebih banyak menjadi korban zaman.
Jujur saat ini gw pribadi juga sedang merangkai masa depan, salah satunya membangun jalan menuju New York Film Academy (sedikit kesempatan lagi dibukain). Jujur tidak mudah jalan gw untuk kesana, tapi yang pasti gw cuman bisa sabar dan sedikit sadar diri, semua bisa terjadi (Kun Fayakun). Masa depan bukan ditunggu ataui diratapi tapi masa depan itu dibangun, apa yang kita lakukan sekarang akan berbuah di waktu nanti. jangan pernah berfikir gw hanya cukup dengan begini saja, bagi gw semua kehidupan ini harus dikejar dengan kesabaran dan pengorbanan. Percaya sama gw, meski apa yang kita lakukan sekarang bukan apa yang jadi kehendak kita ( hal positif lho), namun bila kita terus berusaha pasti akan ada hasilnya. Semua hanya bisa dijawab dengan waktu.
So far thanks dah mau mampir dan baca...
Rabu, 27 Juli 2011
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar