Selasa, 31 Januari 2012

"Indonesia Bisa Jadi Masalah Baru Bagi Asia"

Indonesia tidak menangani sumber daya alamnya dengan efektif.


VIVAnews - Berbagai pemimpin dunia dan tokoh ekonomi berdatangan memuji keberhasilan Asia dalam berbagai bidang, terutama ekonomi. Berbagai negara juga berlomba-lomba memperkuat pengaruh mereka di Asia, tidak terkecuali Amerika Serikat.

Tapi kemajuan di Asia bukannya tanpa cela. Beberapa negara seperti China dan India, dua negara termaju di Asia, terancam terganggu perkembangannya jika tidak dapat memenuhi harapan masyarakat.

Selain itu, peluang konflik terbuka antar negara di Asia adalah yang terbesar di dunia. Itulah sebabnya seorang pakar politik dan ekonomi Amerika Serikat, Lex Reiffer, mengatakan bahwa Asia adalah ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang--seperti yang digembar-gemborkan pemerintah--tidak mengesankan Lex. Data kemajuan hanyalah data semu, keadaan sebenarnya, Indonesia jadi miskin sumber daya.

Dia mengatakan Indonesia akan menjadi masalah baru bagi Asia, jika negara ini tidak dapat mengatasi masalah perekonomiannya dan mulai memperhatikan upaya melestarikan sumber daya alam.

Berikut wawancara lengkap VIVAnews dengan Lex Reiffer:

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pengurangan anggaraN militer hingga US$487 miliar dalam 10 tahun ke depan. Apakah ini salah satu bukti krisis ekonomi yang ada di AS?
AS memiliki masalah anggaran yang serius, perlu bagi AS untuk mengurangi pengeluaran. Namun, pengendalian anggaran dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. Salah satunya yang mengalami hal ini adalah Yunani, di mana pengurangan defisit berarti kenaikan pajak.

Anggaran pertahanan porsinya sangat besar, saya kira mustahil mencapai keseimbangan anggaran tanpa memotong dana di bidang ini. Tapi perlu diingat, militer AS akan tetap menjadi yang terkuat di seluruh dunia. Setelah pemotongan anggaran, kami akan tetap dapat mempertahankan kepentingan nasional di seluruh dunia.

Apa yang kami lakukan adalah tidak lagi melakukan dua perang sekaligus. Apa gunanya berperang di dua tempat? Saya kira itu tidak cerdas dan rakyat Amerika tidak ingin lagi terlibat perang. Pengurangan anggaran militer kali ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mencapai kemiliteran yang berkesinambungan.

Apa yang berubah dari kebijakan militer Presiden Barack Obama kali ini? Dimana posisi Asia?

Paling utama dari perubahan tersebut adalah mengubah fokus perhatian AS ke Asia. Tapi fokus di Asia bukan hanya soal militer, tapi di segala bidang. Jika kita melihatnya dalam konteks sejarah, beberapa dekade setelah Perang Dunia II, kebijakan luar negeri AS awalnya fokus pada Eeropa, lalu beralih pada Perang Dingin dengan Rusia, kemudian Timur Tengah Pasca 9/11, lalu Obama dan Hillary Clinton mengatakan sekarang fokus kita ke Asia, dan saya kira alasannya jelas.

Setengah dari populasi dunia berada di Asia. Wilayah ini juga negara dengan perkembangan tercepat di seluruh dunia. Selain itu menurut saya, ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia ada di Asia.

Karena kawasan ini tidak memiliki koeksistensi damai. Eropa yang memiliki koeksistensi damai pun, bisa pecaH Perang Dunia hingga dua kali. Ada ketegangan yang intens di Asia. Sebut saja Korea utara, Taiwan, masalah Laut China Selatan dan masalah dalam negeri di India. Potensi kekerasan antara negara di Asia saya yakin lebih tinggi dari pada kawasan lain. Inilah yang menjadi kepentingan AS: menyumbang pada evolusi perdamaian di Asia.

Banyak yang mengatakan bahwa fokus AS di Asia adalah untuk menandingi pengaruh China. Apakah Anda melihat akan ada perang dingin antara AS dan China?
Tidak. Karena menurut saya kepentingan kedua negara saat ini adalah menghindari perlombaan senjata. Kita lihat sejarah, perlombaan senjata hanya merugikan secara sosial. Namun tidak bisa dipungkiri adanya sifat manusia yang kompetitif.

Selain itu, nasionalisme juga menyumbang kesengsaraan dan kerusakan selama ratusan tahun. Nasionalisme memang memiliki keuntungan, tapi sejujurnya, nasionalisme merusak masyarakat. Akan lebih baik bagi dunia jika sentimen nasionalisme dikurangi. Karena sentimen ini adalah salah satu
pemicu konflik kepentingan antar negara. Ujungnya, mereka akan saling serang.

Banyak pemimpin negara yang berlomba-lomba memuji kemajuan di Asia. Anda setuju?
Hal ini sudah diprediksi. Beberapa tahun lalu banyak yang mengatakan bahwa abad 21 akan menjadi abadnya Asia. Saya kira ini benar. Tapi ada resiko besar di Asia, yang pertama adalah China.

Negara ini berkembang dengan sangat pesat dan stabil dalam 30 tahun. Tapi kita harus bersiap akan adanya gangguan pada kemajuan ekonomi China. Karena menurut sejarah, tidak ada kemajuan yang tanpa gangguan. Masalah akan timbul di China, ekonomi akan menurun dan stabilitas politik akan terguncang.

Kekhawatiran juga timbul dari India yang tengah berkembang. Kedua negara ini (India dan China) memiliki populasi yang tinggi. Mereka memiliki tantangan dalam menghasilkan pekerja yang produktif di tengah harapan masyarakat yang semakin tinggi.

Harapan yang tinggi ini timbul akibat perkembangan ekonomi dan perubahan tingkat masyarakat dari miskin ke kelas menengah dengan pendidikan yang tinggi dan melek informasi. Jika harapan ini tidak terpenuhi, maka stabilitas ekonomi dan sosial akan terganggu. Masalah lainnya, dunia saat ini berbeda dengan dulu. Dunia saat ini penuh, hampir tidak ada ruang kosong. Populasi meningkat dari 7 miliar menjadi 8-9 miliar, ditambah masalah perubahan iklim dan yang lainnya.

Saya kira abad ini adalah abad yang kacau dengan berbagai negara yang berusaha bertahan. Setiap negara pada akhirnya akan mementingkan kepentingannya sendiri dan kehidupan akan semakin sulit bagi semua orang.

Populasi di Asia sendiri tidak berkembang dengan cepat. Angka kesuburan di China telah berkurang di bawah tingkat penggantian (replacement level). Tingkat kesuburan ini dihitung berdasarkan angka kelahiran dibandingkan dengan jumlah rata-rata wanita. Tingkat penggantian idealnya adalah 2,1. Jika setiap wanita memiliki 2,1 anak, maka populasinya stabil.

Ada perdebatan di China yang mengatakan one child policy harus dihentikan karena hanya menciptakan populasi tua yang meningkat dan kekurangan masyarakat usia muda. Sebaliknya, India mengatakan memiliki populasi muda yang akan membuat negara itu maju, lebih baik dari China.

Padahal dua negara ini salah. India tidak memiliki kemerataan jumlah penduduk, ini adalah bom waktu bagi negara tersebut. Sementara China tidak ada masalah peningkatan populasi tua. Mereka tidak perlu lagi tambahan penduduk yang saat ini mencapai 1,3 miliar. Ini jumlah ideal, China akan lebih kuat di segala bidang dengan jumlah ini. Bagaimana mempertahankan jumlah ini, yaitu dengan tetap memberlakukan one child policy.

Indonesia pernah punya program keluarga berencana yang baik, tapi saya kecewa program ini tidak lagi dilanjutkan. Jika saja dilanjutkan, maka efeknya akan seperti 20 tahun lalu, populasi Indonesia saat ini akan lebih sedikit 25 juta orang. Jika demikian, maka pendapatan per kapita Indonesia akan 10 persen lebih tinggi. Akan lebih sedikit pengangguran, dan lebih sedikit yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Apakah Indonesia akan menjadi resiko juga di Asia, seperti China dan India?
Saya kira Indonesia lebih parah. Karena Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mengalami resource curse (Tidak adanya kemajuan di tengah melimpahnya sumber daya alam). Indonesia tidak menangani sumber daya alamnya dengan efektif, negara ini justru menghancurkan alam dengan over-eksploitasi, dan tidak menangani sumber daya alam untuk kepentingan rakyat keseluruhan.

Indonesia saat ini, menurut saya, tidak dapat menyelaraskan diri ke dunia yang lebih rumit. Karena penyelerasan berarti perlu adanya perubahan demi kepentingan orang banyak. Jika tidak, maka bersiaplah menjadi the big loser di abad ini.

Indonesia akan menjadi masalah baru bagi Asia. Lihatlah masalah pekerja di negara ini. Jumlah sarjana di Indonesia, menurut status Bank Dunia, lebih banyak dari pada jumlah pekerjaan yang diciptakan. Bagaimana Indonesia mau maju. Tapi saya kira ini adalah masalah yang menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia. Kita memiliki masalah global mengatasi pengangguran muda di perkotaan.

Tapi data-data menunjukkan kemajuan PDB Indonesia mencapai 6 persen tahun lalu?
Adakah pengaruhnya terhadap harga komoditas? Indonesia memiliki masalah yang serius, yang paling jelas adalah masalah infrastruktur. Dibandingkan dengan Vietnam, Indonesia mulai tertinggal. Vietnam mulai melaju ke pasar ekonomi pada akhir 1980 saat mereka ditinggalkan oleh Rusia. Saat itu, mereka ketinggalan 20 tahun dari Indonesia.

Tapi melihat perkembangan ekonomi sekarang, saya kira ekonomi per kapita Vietnam lebih kuat dari pada Indonesia dalam 10 tahun. Vietman juga tidak terlepas dari resource curse. Tapi apa yang dilakukan Vietnam kemudian? mereka mengembangkan masyarakatnya.

Tujuan Indonesia terlalu berorientasi pada peningkatan PDB. Padahal ada masalah statistik yang serius dalam PDB. Contohnya, ketika Indonesia menjual miliaran dolar gas alam, memang akan menyumbang banyak untuk PDB. Namun, di saat yang sama, kekayaan alam Indonesia akan hilang selamanya. Nyatanya, PDB memang bertambah, tapi negara semakin miskin.

PDB tidak bisa meningkatkan kualitas hidup, ini masalah mendasar. Ada banyak bukti empiris dan studi yang menunjukkan bahwa kualitas hidup dan kebahagiaan rakyat tidak ada hubungannya dengan PDB dan kekayaan negara.

Mengapa Anda
sangat pesimistis dengan Indonesia, padahal berbagai lembaga pemeringkatan utang telah menaikkan tingkat Indonesia?

Anda percaya hal itu, setelah kesalahan yang mereka (S&P, Moody’s dan Finch Rating) lakukan terhadap Eropa? Tidak, lembaga pemeringkatan adalah bagian dari sistem yang besar.

Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia?
Di atas segalanya adalah melindungi sumber daya alam. Sumber hutan dan perikanan Indonesia telah rusak, ini sangat tragis. Salah satu yang terparah adalah perkebunan kelapa sawit. Jika idenya adalah menggunduli hutan demi minyak sawit, maka ini adalah tragedi. Bukan hanya tragedi bagi Indonesia, tapi tragedi kemanusiaan.

Indonesia tidak melindungi sumber kekayaan laut mereka. Habitat ikan dan karang dirusak oleh penangkapan ikan dalam jumlah banyak. Saya kira tidak masuk akal pemerintah Indonesia menghabiskan jutaan dolar untuk membeli senjata, lebih baik beli perahu boat untuk menghentikan penangkapan ikan ilegal dan pembalakan liar di Indonesia. (eh)

Lex Rieffel adalah ahli masalah Asia Tenggara, restrukturisasi utang luar negeri dan institusi keuangan internasional. Dia adalah pengamat ekonomi badan keuangan AS dan anggota senior di Institute of International Finance.

thanks for vivanews for the good interviews and best answer from Lex Rieffel
http://analisis.vivanews.com/news/read/284025-indonesia-bisa-jadi-masalah-baru-bagi-asia

Downhill emang seru !!!

Iseng2 kemarin nonton pertandingan sepeda Downhill di hutan Duri angkang Batam...seru bro liat atraksi menuruni bukit dengan sepeda. hahaha...semoga skill melewati table top dah makin jago...

sedikit penggalan berita yang saya comot dari Batam Pos

Kejuaraan Downhill di Duriangkang
Kejuaran yang digelar oleh BadAss (Batam Downhillers Association) ini akan dihelat pada hari Minggu (29/1/2012). Saat berita ini disusun telah ada 55 peserta yang mendaftar.

Dari Batam tercatat 30 pesepeda (rider), Tanjungpinang 5 pesepeda dan Singapura mengirimkan 8 pesepeda. Tidak itu saja, dari Jepang hadir seorang pesepeda dan dari Norwegia juga ada 1 peserta.

Menariknya lagi, 1 peserta asal Singapura ialah juara dalam kejuaraan Men Expert Specialized Asia Pacific Downhill Challenge yang digelar di sirkuit Sebex, Sentul, November lalu. Ia adalah Herman Mann.

Sementara atlet asal Norwegia juga tak kalah menarik. Ia adalah Adrian Nathan yang masih berusia 14 tahun. Nathan menduduki peringkat 15 Men Expert Specialized Asia Pacifoic Downhill Challenge yang digelar di sirkuit Sebex, Sentul, November lalu.












Rabu, 11 Januari 2012

Fun Bike





Pengalaman sempurna yang tidak terlupakan...
mari kita sepedahan...

Selasa, 03 Januari 2012

Sarjana Muda

Begitu lama dan begitu rindunya untuk menulis setelah hampir 3 tahun terjun bebas ke dunia Animasi, seakan daya kritis ini tumpul dan apalagi mata ini semakin kikuk saat membidik dibalik lubang intip kamera eos 50D...

Sudah hampir lebih dari 3 tahun saya lulus sebagai sarjana sosial, namun masih juga gw belum mampu bebrbuat lebih bahkan untuk makan sehari2 pun harus pas-pasan, dan untungnya gw diberikan kelebihan oleh Tuhan sehingga tidak perlu mengutang kanan-kiri. Di awal 2012 ini gw berharap menjadi tahun titik balik untuk berbuat lebih dari sekedar seorang genu alias ghamal noordiansyah yang biasaanya. keinginang untuk meminang si buat belahan jiwa dan kembali ke bangku kuliah untuk mencicipi rasa pusing dengan rasa materi kuliah dan tantangan untuk melawan rasa kantuk saat dikelas seperti membakar bahan bakar adrenalin gw. Begitu menggebu-gebu dan begitu meluap-luap seakan akan meledak setiap saat.

Beberapa rekan selama SMA dan Kuliah dulu terdengar sudah mentanda tangani surat sehidup-semati dengan pasangannya. Alangkah bahagianya mereka, dan selamat berbahagia serta doa yang terbaik untuk mereka.

Malu hati ini sebagai sarjana tapi hanya bisa duduk sebagai operator meski di kontrak kerja tertulis sebagai artist. Keren kan, karena bukan pemain sinetron saja yang di cap artis.
Bekerja adalah ibadah sehingga apabila kita dengan tulus ikhlas menjalankannya makan Ridho Tuhan selalu bersama kita.

Negara ini butuh lebih dari satu orang yang berfikiran bahwa ibu pertiwi sedang di ujung kehancuaran dan perpecahan. Salahkan siapa Suku Jawa, Suku Tionghona, Suka Papua, Suku Melayu dll. Maaf bukan Penyerangan terhadap ras tertentu. tiap tahu ada lebih ribuan sarjana muda lulus kuliah, dan ujung2nya hanya sedikit dari mereka yang mampu berbuat lebih. persoaaln perut memang menajdi kendala, tapi harusnya tuntutan tersebut membuat seseorang berpikir jauh lebih kerja untuk melampaui puncak dengan cacatan semuanya harus halal dan bersih jauh dari unsur negatif.

Di negeri ini ada ribuan ahli ekonomi baik lulusan swasta maunpun negeri, namun sayangnya ilmu para ahli tersebut yang harusnya digunakan untuk mengatur negara agar menjadi negara yang kaya seperti tidak menjukan hasil. tanya kenapa?..yoh kita tunjuk hidung masing2.

meski ribuan tapi para ahli di negeri ini sedikit sekali dengan para inovator yang jujur dan ngk rakus soal urusan perut. mereka semua lebih senang mengatur tanpa mau untuk diatur, termasuk gw, lw gimana...

tanya salah siapa, ngk ada salah...yang salah kerbau pak slamet yang hobinya ngembik saat laper dan kawin dengan sembarang betina tanpa harus ke penghulu dulu. Tapi para kerbau tersebut masih mau lho berbagi tanpa rewel dengan temannya di sebuah kandang. sedangkan kita buang sampah aja di sembarang tempat, malu ngk sih, cuman saat ke Singapur doang kita jadi manusia lebih beradap, balik ke tanah asal jadi biadab lagi.

Sebuah cacatan yang perlu dibenamkan ke semua kita termasuk gw, belajar untuk konsisten ngk usah perduli dengan kata orang yang salah. setiap ada perselisihan cari solusi bukan salah2an. ya mau ngk mau yang waras ngalah aja.

Saat ini gw di batam, 30 menit dari singapur, tapi nyatanya sedikit hal yang kita tiru dari negara maju tersebut. kenapa ya...apa emang dah dari lahir kita terbiasa untuk bebas. atau nenek moyang kita ngk ngajarin kita untuk teratur, tertib dan disiplin.

Gimana mau jadi inovator yang mampu mengangkat derajat ngeri ini jika untuk buang sampah aja kita masih sembarang, malu sama malaikat yang ngikutin kita terus....